Tulisanpers.id // Maros [Sulsel] == Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April, DPD Penguatan Ekonomi Kerakyatan Nasional (Peknas) bekerja sama dengan Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Wilayah II Sulawesi Selatan menggelar kegiatan penanaman pohon di kawasan Tappawita, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 26 April 2025. Kegiatan ini juga menandai peluncuran program besar bertajuk “Revolusi Hijau” untuk Sulawesi Selatan.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, perwakilan Menteri Kehutanan RI Kepala Biro SDM dan Organisasi Kementerian Kehutanan Dedi Asriyadi, Kasdam XIV/Hasanuddin Brigjen TNI Sugeng, Lantamal VI Makassar Kolonel Laut Wibisono, Pangdivif 3 Kostrad, Komandan Batalyon Letkol Edwin Hermawan, anggota DPRD Sulsel Irfan AB, Wali Kota Parepare, Wakil Bupati Maros Andi Mue’tazim Mansyur, Wakil Bupati Takalar H. Yasin, Ketua DPRD Maros Muh. Gemilang Pagessa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Maros A. Irfan, serta para pejabat pratama Pemprov Sulawesi Selatan. Turut hadir jajaran Pengurus DPC Peknas Maros, perwakilan BUMN, PTSP, dan siswa-siswi SMA se-Kabupaten Maros.

Acara diawali dengan penanaman pohon secara simbolis oleh para pejabat dan tokoh masyarakat sebagai bentuk nyata komitmen menjaga bumi dan masa depan lingkungan Sulawesi Selatan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Ismail Marzuki dan sambutan dari Pembina Peknas Sulsel, Samsudin. Dalam sambutannya, Samsudin menyoroti kondisi Tompobulu yang masih rawan banjir akibat penebangan liar dan kontur tanah yang tandus. Ia menyampaikan bahwa sekitar 40% kawasan Tompobulu masih dipertahankan sebagai hutan lindung. Samsudin juga menghibahkan 20 hektare lahannya untuk pembangunan pusat Tahfiz Quran yang akan digratiskan bagi masyarakat.

Wakil Bupati Maros, Andi Mue’tazim Mansyur, dalam sambutannya mengingatkan bahwa tantangan terbesar di Maros adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian hutan. Ia mendorong pengembangan energi terbarukan dan pelestarian lingkungan demi masa depan generasi mendatang.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Dedi Asriyadi, Wakil Menteri Kehutanan mengangkat tema Hari Bumi 2025, “Our Power, Our Planet.” Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengambil tindakan konkret seperti mengurangi sampah, menanam pohon, dan mendukung regulasi lingkungan berkelanjutan. Ia juga memaparkan program Kementerian Kehutanan 2024–2029 yang fokus pada restorasi hutan, penguatan perhutanan sosial, dan pembangunan ekonomi hijau.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga ekosistem hutan untuk 100 tahun ke depan. Ia mendorong keterlibatan sektor swasta melalui program CSR untuk membantu pembinaan petani di daerah rawan longsor dengan fokus pada pelestarian pohon.

Selain itu, Gubernur juga mengumumkan rencana pembangunan kawasan wisata keluarga dan anak-anak di kawasan puncak, dengan anggaran Rp 30 miliar, sebagai bagian dari upaya pengembangan pariwisata ramah lingkungan di Sulawesi Selatan.