Karaeng Tumanurung Bainea dan Awal Mula Solokoa Ri Gowa

TULISANPERS.ID // Gowa [Sulsel] === Dalam tradisi lisan (pappasang) dan naskah lontaraq Kerajaan Gowa, Karaeng Tumanurung Bainea dipandang sebagai tokoh perempuan sakral yang kemunculannya menandai lahirnya sistem pemerintahan Kerajaan Gowa. Bersama Karaeng Bayo, beliau menjadi figur sentral dalam narasi asal-usul kerajaan.

Tumanurung Bainea dan Lahirnya Kerajaan Gowa

Menurut tradisi, ketika sembilan pemimpin wilayah (Kasuwiyang Salapang) memerlukan seorang pemimpin yang dapat mempersatukan mereka, muncullah seorang perempuan yang disebut Tumanurung Bainea. Kehadirannya dipandang sebagai pertanda ilahi yang membawa persatuan dan ketenteraman.

Tumanurung Bainea kemudian dipersunting oleh Karaeng Bayo. Dari penyatuan keduanya lahirlah garis keturunan raja-raja Gowa yang menjadi fondasi dinasti kerajaan.

Awal Mula Salokoa Ri Gowa

Dalam tradisi kerajaan, Salokoa merupakan mahkota kebesaran Sombayya ri Gowa sekaligus pusaka kerajaan (arajang) yang melambangkan legitimasi kekuasaan.

Walaupun tradisi mengaitkan kemunculan Salokoa dengan masa awal berdirinya Kerajaan Gowa, belum terdapat bukti sejarah yang memastikan bahwa Tumanurung Bainea secara langsung membawa atau mengenakan Salokoa yang dikenal pada masa-masa berikutnya. Sebagian besar keterangan mengenai hubungan tersebut berasal dari tradisi lisan dan penafsiran budaya, bukan dari naskah yang secara eksplisit menjelaskannya.

Karena itu, secara historis lebih tepat dinyatakan bahwa:

* Tumanurung Bainea merupakan simbol lahirnya legitimasi pemerintahan Gowa.
* Salokoa berkembang sebagai lambang resmi kedaulatan raja-raja Gowa pada masa kerajaan.
* Keduanya memiliki keterkaitan simbolik sebagai representasi asal-usul dan legitimasi kekuasaan, meskipun hubungan langsungnya tidak dapat dipastikan dari sumber sejarah yang ada.

Makna Filosofis Salokoa

Salokoa melambangkan:

– Kedaulatan kerajaan.
– Keadilan dalam memimpin.
– Siri’ na pacce sebagai dasar kehormatan.
– Amanah, bahwa kekuasaan adalah titipan yang harus dijalankan dengan bijaksana.

Dalam perspektif sejarah dan budaya, Tumanurung Bainea menjadi simbol asal-usul kepemimpinan, sedangkan Salokoa menjadi simbol keberlanjutan dan legitimasi kekuasaan Kerajaan Gowa. Keduanya merupakan bagian penting dari identitas dan warisan budaya Gowa yang terus dihormati hingga kini.

Syarifuddin daeng ngemba