Tulisanpers.id // Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, menyampaikan rasa senang dan apresiasinya atas kehadiran PALASARA (Perhimpunan Agung Lembaga Adat Sulawesi Selatan dan Barat) sebagai wadah pemersatu lembaga-lembaga adat yang menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam pemajuan kebudayaan dan pelestarian adat.

Dalam audiensi resmi bersama perwakilan Dewan Agung Palasara Sinjai dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Palasara, Bupati menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembentukan DPW Palasara Kabupaten Sinjai, dan menyerahkan sepenuhnya kepada Dewan Agung Palasara Sinjai untuk menyepakati figur Ketua DPW.

“Pemerintah Kabupaten Sinjai sangat menyambut baik kehadiran Palasara. Selama kiprah yang dibawa bertujuan memperkuat nilai-nilai adat dan budaya lokal serta menjadi mitra pembangunan, maka kami akan selalu mendukung penuh,” ujar Hj. Ratnawati Arif dalam sambutannya.

Sebagai simbol dukungan dan penerimaan terhadap kehadiran Palasara di Bumi Panrita Kitta, Bupati Sinjai menerima secara resmi penyematan PIN kebesaran Palasara dari jajaran DPP Palasara. Penyematan ini menjadi penanda bahwa Palasara diterima sebagai mitra resmi dalam urusan pelestarian adat dan budaya di Kabupaten Sinjai.

Adapun Dewan Agung Palasara Sinjai yang akan bermusyawarah untuk menentukan Ketua DPW terdiri atas unsur lembaga adat dari Manimpahoi, Lamatti, Bulo-Bulo Timur, Bulo-Bulo Barat, Tondong, dan Manipi.

Turut hadir dalam audiensi ini dari unsur Dewan Agung Palasara antara lain:

Andi Mappawekke (Lembaga Adat Aru Manimpahoi),

Andi Vivien Mappesangka (Lembaga Adat Aru Kahu).

Sementara dari DPP Palasara hadir:

H. Mansur Gessa Karaeng Bali (Ketua Harian),

Andi Fahri Makkasau (Sekretaris Jenderal),

Fitria Tualle (Bendahara Umum),

serta sejumlah pengurus lainnya yaitu Andi Munadir Baso Lewa, Andi Hasan Rasul, Andi Rusli Moenta, Andi Seniwati, Awaluddin Daeng Matutu dan Andi Awang Mallarangang

Dengan pertemuan ini, Kabupaten Sinjai menjadi daerah kelima yang menyambut dan menerima kehadiran Palasara secara resmi, setelah sebelumnya audiensi serupa diterima oleh Pemerintah Daerah Selayar, Bulukumba, Pinrang, dan Wajo.

Sekretaris Jenderal Palasara, Andi Fahri Makkasau, menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Sinjai dapat memberi ruang kolaborasi yang sehat dan berkelanjutan tanpa tendensi politik, semata demi pelestarian adat dan penguatan kebudayaan daerah.

“Palasara hadir bukan untuk mengambil peran politik, tetapi sebagai wadah sinergi kebudayaan, menjembatani kekuatan adat dan pemerintah demi kemajuan bersama masyarakat Sulawesi Selatan dan Barat,” tegasnya.

#AFM
#SekjenPalasara